Rangkaian Forum Wedangan (Forwed) oleh Pengabdian Masyarakat IMA yang ke-11 baru saja diadakan di ruang multimedia Departemen Arsitektur, Universitas Indonesia, Depok. Dengan tema “Mahasiswa Arsitektur dan Isu Penggusuran”, diharapkan peserta menjadi lebih aware dengan isu-isu penggusuran di sekitarnya. Forwed kali ini mengundang salah satu tokoh yang cukup berpengalaman di dunia arsitektur di Indonesia yang juga merupakan founder dan direktur dari Rujak Center yaitu Bapak Marco Kusumawijaya. Diskusi ini dimoderatori oleh Prisca Winata, mahasiswa arsitektur Universitas Indonesia angkatan 2013.

Sebagaimana Forwed sebelumnya, Forrwed kali ini pun menyediakan berbagai macam hidangan secara gratis. Mulai dari kue lapis, ubi, kacang rebus, rempeyek, dan sebagainya. Minuman yang disediakan adalah susu jahe. Hidangan ini bertujuan untuk membuat diskusi berjalan lebih santai dan mempertahankan tradisi Forwed.
Diskusi ini diawali dengan pemaparan materi mengenai isu penggusuran oleh Bapak Marco. Menurut Bapak Marco, penggusuran di Indonesia biasanya belum terlalu memikirkan dampak panjang penggusuran khususnya pada korban penggusuran itu sendiri. Beliau juga menyinggung tentang masih adanya keterlibatan tentara dalam kasus penggusuran. Padahal berdasarkan undang-undang Nomo 34 tahun 2004 Pasal 7 ayat 2, pihak militer seharusnya tidak terlibat dalam masalah sipil.
Bapak Marco pun turut membahas mengenai peraturan baru yang diajukan ke Mahkamah Agung yang berdasarkan UUPA 1960. Peraturan ini berisi tentang penghapusan tanah milik negara, yang kemudian tanah-tanah tersebut dikelola untuk kemakmuran rakyat. Siapa pun yang ingin menggunakan tanah, boleh mengajukan permohonan hak atas tanah.

Sesi pertanyaan langsung disambut dengan antusias oleh para mahasiswa yang mengikuti Forwed kali ini. Sesi pertanyaan dibagi menjadi dua sesi dengan masing empat penanya. Salah satu pertanyaan menanyakan tentang Rujak Center. Bapak Marco pun menjelaskan bahwa Rujak Center adalah suatu komunitas yang mengkaji tentang keadaan kota Jakarta dan mencari solusinya untuk membuat Jakarta menjadi kota metropolis yang lebih baik. Rujak Center berlokasi di Jalan Timor No. 10, Jakarta Pusat.
Di akhir sesi pertanyaan, Pak Marco menjawab sebuah pertanyaan tentang bagaimana mahasiswa menanggapi isu penggusuran. Beliau pun menjawab bahwa mahasiswa dapat berkontribusi dalam isu ini dengan belajar ilmu-ilmu pengetahuan dengan baik, namun juga terbuka terhadap banyak perspektif lain.

Di akhir sesi diskusi, moderator menyampaikan kesimpulannya. Setelah itu, diadakan sesi pemberian plakat yang diberikan oleh Dhanendera Pratama selaku ketua Pengmas IMA kepada Pak Marco selaku pembicara dan Prisca Winata selaku moderator.
Walaupun Forwed ke-11 sudah selesai dilaksanakan, namun rangkaiannya masih akan berlanjut. Nantikan Forwed ke-12 pada bulan Oktober nanti!

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz